Selain makanan yang dibawa panitia, banyak keluarga dan mahasiswa juga secara bergotong royong membawa makanan untuk dinikmati bersama-sama. Jumlah yang dianjurkan maksimal setara dengan porsi 30 orang. Jenisnya bisa macam-macam,
tapi yang utama adalah: Opor, telur balado, sambal goreng ati, rendang dan sayur labu. Untuk minuman, yang disediakan oleh pantitia adalah air putih. Yang dibawa jemaah beraneka rupa, dari jus tropica fruits sampai teh kotak cap botol khas Indonesia. Pemandangan di jalur kedatangan sungguh meriah dan membesarkan hati. Parade jemaah yang datang bergelombang membawa makanan, jalan berbondong-bondong dengan busana segar-meriah dihias raut wajah yang memancarkan kegembiraan. Membikin suasana perayaan Idul Fitri serasa tak di negeri orang.Di Darlington, proses menuju lokasi perayaan, sesungguhnya tak berjalan mulus. Rival, dan para pekerja koran yang muslim lainnya, tetap harus mengantar koran. Untuk hari itu, mereka sudah harus datang lebih awal, pukul 3 pagi, sehingga bisa selesai kira-kira pukul 5 subuh. Sayangnya, pada malamnya Rival masih harus bantu ngetes sound system di Darlington sampe pukul 11.30, jadi agak terlambat tidur. Alhasil, pagi itu Rival memecahkan kaca jendela pelanggan di 21 Queensberry. Di rumah situasinya tak kalah heboh. Ifa, Eyang dan Fikhar sibuk membujuk Raeka yang sedang nangis-rewel karena gak mau pakai baju batik yang dibawa Eyang dari Jakarta. Fikhar, yang selalu sabar di saat krisis, tak putus asa merayu adiknya untuk mau memakai baju itu. Bahkan dengan lembutnya berusaha memakaikannya, meskipun sang adik terus mengelak dan menolak.
Untungnya, ketika Rival sudah siap, Raeka berhasil diyakinkan oleh Ifa untuk pakai baju batik yang imut itu. Sehingga, Darlington gank bisa berangkat juga sebelum jam 7, tak lupa menenteng rendang ala bu Hasan dan Opor ala Ifa. Sampai kampus suasana sudah ramai. Di luar maupun di dalam sport centre, tempat acara berlangsung, sudah dipenuhi orang-orang yang sibuk bercengkerama, bersalaman dan saling mengucap maaf. Di jalur menuju ruang shalat di lantar dua, orang-orang juga antre membayar zakat. Anak-anak berseliweran di antara para jemaah ini. Termasuk Yazi, Victra dan Dhafin kawan dekat gemblongs. Fikhar dan Raeka otomatis bergabung dengan jemaah krucil ini. Eyang dan Ifa langsung menuju area hala bihalal dan makan-makan di halaman belakang. Di sana, telah terhampar 10 meja makan panjang dan belasan petugas konsumsi yang sedang mengatur hidangan. Cuaca yang hangat dan semilir angin sejuk menambah semangat para panitia yang sedang bekerja mempersiapkan acara.
Shalat Eid mulai sekitar pukul 07.45 ADT. Ruangan hall basket ball itu penuh dengan jemaah yang khusu. Khatib Eid untuk tahun ini adalah Ust. Nu'im Khaiyat, penyiar ABC chapter Indonesia, yang sudah puluhan tahun tinggal dan jadi tetua warga Indonesia di Melbourne. Dengan aksen dan ritme Melayu-Deli yang kental plus baju kuning yan menyala, Ust Nuim menyampaikan khotbahnya dalam bahasa Indonesia, dan pada bagian akhir dirangkumnya ke bahasa Inggris. Kira-kira pukul 8.40 jemaah sudah menuju ke area halal bihalal sambil saling bermaaf-maafan. Fikhar baru bergabung lagi dengan Ifa dan Eyang pada saat menjelang acara makan ini. Sebelumnya dia shalat dekat Yazi dan Dhafin.Sepanjang para orang tua menikmati makanan, anak-anak tanpa kenal lelah lari-lari, naik turun tangga, adu cepat merayap di atas matras dan teriak-teriak bak burung gagak kalap. Entah pada akhirnya mereka sempat makan secara memadai atau tidak. Yang pasti hari itu mereka turut merasa gembira dan bersuka cita merayakan hari raya.
2 comments:
Dear darlings,
wow, what a big inspiring Ied party you had here. I wish I was here too with you all so we could eat, drink, chat and laugh loudly together. I've been miserably missing you all.
Love always, papa and tete
Dear Fikhar and Raeka,
Fikhar, Tete has been deeply touched by the softness of your love displayed when you were trying to persuade Raeka to wear the batik brought by Eyang. It was good that you eventually managed to persuade her.
Tete thought that Raeka finally realized the genuine love of her Eyang in the form of that batik dress, and the love of her brother who had taken a good care of his cheerful sister.
I gathere from your ayah story of the Ied party, you two really enjoyed the fun uou had with your close friends. It's nice to be around with loving people and sharing a good time with them/
Love always, Tete
Post a Comment